PERLU KEBERANIAN KEPALA DAERAH UNTUK MENGEKSEKUSI SEMUA PERMASALAHAN. APALAGI YANG BERKAITAN DENGAN SUMBER PENDAPATAN DAERAH

Muara Bungo, 1 September 2026 – Jurnal Lingkungan

Efisiensi anggaran pusat tahun ini membuat banyak pemerintah daerah terganggu keuangannya. Alokasi transfer yang berkurang memaksa daerah memutar otak agar pembangunan tetap berjalan sesuai visi dan misi yang dijanjikan saat kampanye Pilkada lalu.

Kondisi itu menuntut keberanian kepala daerah untuk mengambil langkah dan terobosan baru, terutama dalam memaksimalkan sumber pendapatan asli daerah atau PAD.

Di Kabupaten Bungo, potensi PAD sebenarnya masih sangat besar. Namun sejumlah sektor belum digarap maksimal. Ada pula sumber pendapatan yang belum tersentuh dengan alasan terbentur aturan dan regulasi. Padahal, jika regulasi menjadi kendala, maka dibutuhkan keberanian pemimpin untuk mencari solusi hukum, berkoordinasi dengan pusat, dan menata tata kelola yang lebih baik.

“Kalau itu yang menjadi halangan ya tinggal lagi keberanian seorang pemimpin. Jangan hanya beralasan aturan, tapi cari solusinya. Rakyat butuh bukti, bukan alasan,” tegas Agus Syafrial selaku Ketua DPP LSM Peduli Sosial dan Lingkungan kepada Jurnal Lingkungan, Senin 1 September 2026.

Menurut Agus, pemerintah harus berani mengeksekusi sektor-sektor yang selama ini dianggap rawan. Salah satunya sektor galian C yang selama ini pengelolaannya masih semrawut.

 

Beberapa sumber pendapatan yang bisa dioptimalkan di Kabupaten Bungo:

1. Sektor Sumber Daya Alam Galian C
Bungo memiliki deposit galian C yang melimpah.
– Pasir: Kebutuhan pasir untuk pembangunan infrastruktur di Bungo dan daerah sekitar terus meningkat. Jika ditata dan dilegalkan melalui koperasi atau BUMD, retribusinya bisa jadi andalan PAD.
– Batu Sungai: Material batu sungai sangat dibutuhkan untuk proyek jalan, jembatan, dan perumahan. “Ini kalau digarap dengan maksimal, pemerintah kabupaten Bungo bisa mendapatkan pendapatan daerah cukup besar,” kata Agus.
– Tanah urug dan sirtu: Permintaan tinggi seiring banyaknya proyek pembangunan.

Agus juga menyoroti pentingnya pengawasan. Jangan sampai potensi besar ini hanya dinikmati segelintir orang dan merusak lingkungan.

2. Sektor Perkebunan dan Pertanian
Optimalisasi hilirisasi sawit dan karet, serta retribusi pasar induk pertanian.

3. Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Pengembangan wisata sungai Batang Bungo, wisata alam, dan event budaya. Dari sini bisa ditarik retribusi dan pajak.

4. Pajak dan Retribusi Daerah
Penertiban pajak hotel, restoran, reklame, dan digitalisasi pembayaran untuk menutup kebocoran.

5. Aset Daerah dan BUMD
Aset menganggur diberdayakan. BUMD didorong masuk mengelola material galian C secara profesional dan legal.

Agus menekankan, kunci semua itu ada di tangan kepala daerah.
“Tanpa keberanian, semua potensi ini hanya akan jadi wacana. Kami dari LSM Peduli Sosial dan Lingkungan siap mengawal agar pengelolaan PAD ini benar-benar transparan dan untuk kepentingan rakyat Bungo,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Bungo diharapkan segera memetakan potensi, menyusun regulasi yang jelas, dan mengeksekusinya agar pembangunan tidak terhambat imbas efisiensi.

 

Penulis: Pimpred Agus Syafrial

Pos terkait