Ketua DPP lsm Peduli Lingkungan Agus Syafrial Mempertanyakan Komitmen Bupati Bungo Terkait Pemberantasan PETI dan Apa Upaya Bupati Bungo untuk Mendorong Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)

Jurnal Lingkungan Muara Bungo 12 Maret 2026 ~ Ketua DPP LSM Peduli Lingkungan, Agus Syafrial, secara terbuka mempertanyakan komitmen Bupati Bungo dalam upaya pemberantasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bungo. Menurutnya, meskipun berbagai razia dan operasi telah dilakukan, aktivitas ilegal ini masih marak dan terus merusak lingkungan serta mengancam kesehatan masyarakat.

Agus Syafrial menyoroti bahwa penanganan PETI sejauh ini lebih bersifat reaktif, seperti pembakaran alat tambang dan razia oleh Polres Bungo bersama Forkopimda, tanpa solusi jangka panjang. “Bupati sering menyebut target Zero PETI, tapi kenyataannya sungai tercemar merkuri dan hutan rusak. Di mana komitmen nyata untuk lindungi lingkungan?” tanyanya saat ditemui di kantor LSM, Kamis (12/3/2026).

Ia juga mendesak Bupati Bungo untuk memperjelas upaya mendorong penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai langkah legalisasi tambang rakyat. “Karang Taruna Bungo sudah dorong sinergi dengan Polda Jambi meniru Sumbar, tapi apa langkah konkret Pemkab? Kajian lingkungan dan RTRW harus prioritaskan WPR agar tambang tertib, PAD naik, dan kerusakan minim,” tambah Agus, seraya memperingatkan risiko WPR jadi “ilegal resmi” tanpa pengawasan ketat.

LSM Peduli Lingkungan mendukung kolaborasi pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk WPR yang berkelanjutan, termasuk rehabilitasi sungai dan pemberdayaan ekonomi penambang. Agus mengajak Bupati segera bentuk satgas terpadu melibatkan LSM agar pemberantasan PETI dan WPR tak sekadar wacana.

Pos terkait